7 MASALAH SEPELE YANG MENYEBABKAN LAMPU INDIKATOR MENYALA

7 MASALAH SEPELE YANG MENYEBABKAN LAMPU INDIKATOR MENYALA

Lampu indikator menyala tentu membuat semua orang bertanya-tanya, “Ada apa dengan mobil saya?”. Anda tak perlu panik dan tetap fokus menyetir sambil menepikan kendaraan Anda.

Jika mobil berjalan sudah tidak enak dan mesin terasa berat, berarti memang betul mobil Anda bermasalah. Anda cukup memanggil towing menuju bengkel terdekat untuk memperbaiki kendaraan Anda.

Lampu indikator memang didesain untuk memberi peringatan kepada pengemudi bahwa mobilnya ada masalah. Termasuk hal sepele sekalipun. Sayangnya, tak semua pengemudi memahami hal ini. Mereka terlalu terburu-buru untuk membawa mobilnya ke bengkel.

Setelah Anda membaca ini, jangan sampai hal itu terjadi. Jika mobil berjalan secara normal dan tidak ada kendala. Kemungkinan besar hanya masalah kecil yang membuat lampu indikator menyala. Anda bisa memperbaikinya sendiri dan menghemat uang.

Apa sajakah hal yang membuat lampu indikator mobil Anda menyala?

Ada 7 hal sepele yang dapat menyebabkan lampu indikator menyala

  1. Letak rem tangan kurang pas

Saat Anda memberhentikan mobil, tentu Anda akan menarik rem tangan. Kemudian saat akan berjalan, Anda mendorong rem tangan/handbrake tersebut. Nah, disaat posisi handbrake kurang pas, lampu indikator akan menyala, meskipun kelihatannya sudah benar. Anda hanya perlu mendorong sedikit lagi agar posisinya pas.

  1. Busi dan kabelnya yang tidak benar

Busi merupakan komponen kecil untuk memantik api pada ruang pembakaran. Jika busi bermasalah akan membuat mobil boros. Apabila lampu indikator menyala, cobalah cek businya, apakah kotor atau sudah tidak layak. Segera ganti busi tersebut.

  1. Sensor pada aki yang bermasalah

Cara mengecek apakah sensornya bermasalah yakni dengan mencabut kabel konektor negatif. Lalu, menunggu selama beberapa saat. Kemudian pasang lagi kabel tersebut. Selanjutnya nyalakan mobil, jika lampu indikator sudah mati, maka itulah masalahnya. Namun, jika lampu indikator menyala Anda harus mengecek komponen lain.

  1. Sensor oksigen

Apabila sensor oksigen yang terletak di knapot rusak atau bermasalah, lampu indikator akan menyala. Biasanya ada oli yang menutupi sensor oksigen. Akibatnya kinerjanya terganggu. Mobil akan boros bahan bakar jika komponen ini terganggu.

  1. Catalytic converter

Ada yang tahu ini komponen apa? Ini merupakan converter yang mengubah karbon monoksida menjadi zat yang aman bagi lingkungan. Jika alat ini bermasalah gas buang akan berpolusi dan berbahaya bagi lingkungan. Lampu indikator pun akan menyala jika komponen ini bermasalah.

  1. Filter udara

Coba cek filter udara di dalam kap mesin. Biasanya lampu indikator akan menyala jika filter udara ini kotor dan tidak tertutup dengan benar. Debu dan kotoran yang menempel dapat menghambat arus masuk udara. Akibatnya pembakaran lebih lambat dan boros karena kekurangan oksigen (O2).

  1. Tutup besin tidak tertutup sempurna

Ini merupakan masalah kecil yang sering dilalaikan pengemudi. Setelah mengisi bensin, mereka tidak menutupnya dengan benar. Jika kurang rapat dikhawatirkan bahan bakar akan menguap dan memicu kebakaran. Inilah sebabnya lampu indikator akan menyala untuk memberi peringatan.

Lampu indikator telah dibuat sedemikian rupa untuk memberikan keselamatan bagi kita. Meskipun sepele jangan acuhkan lampu indikator yang menyala. Sekecil apapun masalahnya harus diperbaiki agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar.