Hukum dan Tata Cara Sholat Jumat

Hukum dan Tata Cara Sholat Jumat

Sholat Jumat merupakan kewajiban bagi setiap pria muslim yang dilaksanakan pada hari Jumat hingga dua rakaat berjamaah setelah dua khutbah. Hari Jumat memang merupakan hari yang diistimewakan bagi umat Islam. Keutamaan dan keistimewaan hari Jumat ini juga terdapat dalam sebuah hadis.

ﺧَﻴْﺮُ ﻳَﻮْﻡٍ ﻃَﻠَﻌَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻳَﻮْﻡُ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻓِﻴﻪِ ﺧُﻠِﻖَ ﺁﺩَﻡُ ﻭَﻓِﻴﻪِ ﺃُﺩْﺧِﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﻓِﻴﻪِ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﻻَ ﺗَﻘُﻮﻡُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ ﺇِﻻَّ ﻓِﻲ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ

Artinya: Hari terbaik di mana matahari terbit pada saat ini adalah hari Jumat. Pada hari ini Adam diciptakan, hari dia dimasukkan ke surga, dan hari dia dikeluarkan dari surga. Dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.

Untuk itu, setiap hari Jumat, umat Islam disarankan untuk melakukan kegiatan sunnah yang berbeda untuk meningkatkan pahala mereka dan meningkatkan ketakwaan mereka. Dan bagi umat Islam, laki-laki diwajibkan untuk melaksanakan sholat Jumat.

Hukum Sholat Jumat

Sama halnya seperti sholat lima waktu, sholat Jumat memiliki rukun, syarat, dan adab. Namun terdapat perbedaan yang terletak pada syarat-syarat wajib sholat Jumat. Syarat sah sholat Jumat menurut hadis Nabi yaitu:

  • Beragama Islam.
  • Sudah dewasa atau baligh.
  • Tidak mengalami gangguan mental atau gila.
  • Laki-laki (wanita tidak wajib sholat Jumat).
  • Sehat jasmani dan rohani (orang sakit tidak wajib sholat Jumat).
  • Bertempat tinggal tetap atau menetap atau bermukim (orang yang sedang dalam perjalanan jauh tidak wajib sholat Jumat).
  • Orang yang sedang dalam perjalanan jauh tidak wajib mengerjakan sholat Jumat. Hal ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang artinya: “Bagi musafir tidak wajib sholat Jumat.” (HR. Daruquthni).
  • Sholat Jumat berjumlah 2 rakaat dan diawali dengan khotbah terlebih dahulu, yaitu ceramah yang disampaikan oleh ustadz pada jamaah sholat Jumat.

Niat Sholat Jumat

Para ulama semua sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Mengucapkan atau melafalkan niat bukanlah suatu kondisi yang berarti seseorang tidak harus mengucapkan niat. Menurut Syekh Mushtofa Dieb Al Bugho dari Al Wafi, sebagian ulama membolehkan ucapan niat untuk membantu fokus.

Selama ini, menurut Syekh Wahbah Az Zuhaili, jumhur ulama mensunnahkannya. Bagi yang mengungkapkan niat, berikut adalah niat shalat Jumat untuk Imam: Ushollii fardlol jum`ati rak`ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillaahi ta’aala. “Saya berniat melakukan shalat Jumat 2 rakaat, sambil menghadap kiblat, pada saat itu, menjadi makmum, karena Allah ta’ala.”

Tata Cara Sholat Jumat

Tata cara sholat Jumat tidak jauh berbeda dengan sholat lima waktu, yang diawali dengan pembacaan niat dan diakhiri dengan salam. Namun, sebelum melaksanakan sholat Jumat, jemaah harus mendengarkan khutbah terlebih dahulu.

Jadi, setelah khatib turun dari mimbar, khatib akan menghadiri ikamah sebagai tanda bahwa sholat Jumat akan segera dimulai. Gerakan dan bacaan sholat jum’at sama dengan gerakan sholat pada umumnya. Orang tua yang ingin mengajarkan anak sholat, bisa mengunjungi Orami.co.id dan temukan koleksi parenting islami yang lengkap.